Jumat, 23 Januari 2015

Jenis-jenis Tanaman Obat





MENGKUDU

- Bagian yang digunakan :
   Buah dan Daun.

- Kandungan Kimia :
   Daun dan buah Morinda citrifolia mengandung alkaloida, saponin, flavonoida, antrakinon dan      politenol.

Khasiat :
 Buah Morinda Citrifolia berkhasiat sebagai obat              hipertensi, batuk dan radang usus.








CAMCAO RAMBAT

- Bagian yang digunakan :
  Daun.

- Kandungan Kimia :
  Daun Cylea Barbata mengandung saponin, flavonoida,  alkaloida dan polifenol.

- Khasiat :
  Daun Cylea Barbata berkhasiat sebagai obat radang      lambung, obat tipus, obat tekanan darah tinggi     dan obat penurun panas.




ILER

- Bagian yang digunakan :
  Daun.

- Kandungan Kimia :
  Daun mengandung saponin, flavonoida, polifenol dan    minyak atsiri.

- Khasiat :
  Daun berkhasiat sebagai obat wasir, obat bisul, obat radang   telinga dan obat haid tidak teratur, obat    amandel, obat         mulas dan obat kencing.




BAYAM DURI

- Bagian yang digunakan :
  Daun.

- Kandungan Kimia :
  Daun Amarantus Spinosus mengandung flavonoida,    saponin, dan polifenol.

- Khasiat :
  Daun Amarantus Spinosus berkhasiat sebagai obat darah   rendah, sesak nafas dan demam.




DAUN DEWA

- Bagian yang digunakan :
  Umbi dan Daun.

- Kandungan Kimia :
  Daun dan Umbi dewa mengandung alkaloid, saponin,  flavonoida, minyak asiri dan tanin.

- Khasiat :
  Daun berkhasiat sebagai anti radang, pereda demam (         antipiretik ), penghilang nyeri ( diabete  mellitus ), darah                                                                        tinggi ( hipertensi ), dan kista tumor.
                                                                       Umbi berkhasiat obat benjolan karena gumpalan darah (                                                                          hematoma ),  bengkak karena memar,  tulang patah (                                                                              fraktur ), dan pendarahan sehabis melahirkan.




PEGAGAN

- Bagian yang digunakan :
  Daun.

- Kandungan Kimia :
  Daun mengandung saponin, alkaloida, flavonoida dan  polifenol.

- Khasiat :
  Daun berkhasiat sebagai peluruh air seni, sariawan,  penurun panas, radang hati, campak, sakit  tenggorokan,  infeksi saluran kencing, dan hipertensi.




KATUK

- Bagian yang digunakan :
  Daun.

- Kandungan Kimia :
  Daunya mengandung zat-zat protein, lemak, kalsium,    fosfor, besi, vitamin A1, B1, C.

- Khasiat : 
  Daun Katuk berkhasiat untuk memperlancar ASI,                 merendahkan frekuensi dan amplitudo denyut  jantung.





MAHKOTA DEWA

- Bagian yang digunakan :
  Daun dan Kulit buah.

- Kandungan Kimia :
  Daun dan Kulit Buah mahkota dewa mengandung    alkaloid, saponin, polifenol, dan flavonoid.

- Khasiat :
  Anti tumor, obat kencing manis, obat sakit kulit dan    eksim.

Kamis, 22 Januari 2015

Cara menggunakan Kamera DSLR Canon dan Nikon

cara paling pertama ketika anda membaeli kamera DSLR baik itu Canon atau Nikon merupakan tentu saja paling mudah dengan membaca buku manual yang ikut serta dengan Kamera yang kita beli. disana berisi berbagai macam pengetahuan dasar mengenai cara, icon dan fungsi-fungsi tombol dan lensa beserta cara penggunaanya.
Buku manual Cara Penggunaan Kamera Canon atau Nikon merupakan Guru pertama. 

saya masih ingat ketika pertama kali membeli kamera DSLR. Berbekal buku panduan saya mencoba untuk mempelajarinya. buku panduan cukup meberi pengetahuan yang lengkap mengenai cara menggunakan kamera DSLR.

Persoalan pertama ketika saya menggunakan dan mengikuti buku panduan merupakan bagaimana memadukan 3 perangkat utama tentang photography yaitu shutter speed, aparture dan ISO. sehingga saya lebih banyak bertanya dan mencari referensi cara pemakaian lebih lanjut di internet. untuk anda yang pemula dan baeu membeli kamera DSLR anda bisa mengikuti tips berikut: 



Cara menggunakan kamera DSLR 

ini merupakan beberapa tips yang baik mengenai cara menggunakannya. SLR digital tidak menggunakan kamera saku atau kamera handphone ini disebabkan kamera ini memiliki lebih banyak pengaturan yang rumit. 




Pengaturan otomatis. 

Untuk prmula di bidang fotografi SLR, nikmati saja dan jadikanlah ini hobby. Yang pertama cobalah menggunakan menu OTOMATIS (AUTOMATIC). Untuk menggunakan menu ini, anda hanya tinggal memilih mode dengan lambang yang terlihat seperti persegi panjang pada pilihan mode kamera anda. 

Bila kamera anda telah terseting otomatis, semua pengaturan penting seperti ISO, Aperture dan Eksposur akan secara otomatis pula terseting sesuai dengan kondisi objek yang akan ditangkap oleh kamera. 



Tips Untuk Pemula: Untuk melakukan pemotretan, lakukanlah dalam 2 langkah. langkah yang pertama merupakan menekan tombol shut (shutter button) sampai mengganjal (setengah tekan) dan tunggu sampai lensa kamera mendapatkan fokus yang baik. dan kemudian dilanjutkan ke langkap yang kedua yaitu menekan tombol shut terus ke dalam sampai kamera mengambil gambar. 



6 pengaturan otomatis yang akan Anda temukan pada kamera Digital SLR Anda: 

Pengaturan DSLR berikut ini dapat ditemukan pada beberapa merek kamera. Namun, tergantung pada merek kamera Anda, beberapa mungkin tidak tersedia. 



Potrait : Atur kamera digital Anda ke mode potrait ketika Anda mengambil foto orang. Modus potrait akan mengatur warna gambar untuk warna kulit dengan sempurna.
Landscape : Gunakan setting ini pada kamera DSLR ketika Anda mengambil foto pantai atau pemandangan gunung.
Close Up : Gunakan setting ini pada kamera DSLR bila Anda ingin memotret benda kecil sehingga mereka mengisi seluruh frame seolah terlihat lebih besar.
Sport : Gunakan setting ini pada kamera DSLR bila Anda ingin memotret objek yang bergerak seperti anak atau anjing berjalan.
Night Potrait : Gunakan setting ini pada kamera DSLR ketika Anda ingin menembak orang dalam cahaya rendah seperti waktu malam.
Flash Off : Mode ini berguna untuk saat-saat ketika Anda tidak diizinkan untuk menggunakan flash. Sebagai contoh, dalam sebuah galeri seni. 

dengan tips diatas, sudah cukup untuk anda berburu moment terindah yg anda ingin abadikan, demikian sedikit tips dari saya dan apabila ingin menambahkan dan ada yg keliru mohon dimaklumi karena saya hanya berbagi pengalaman...

ini saya dapat dari http://spesifikasi-kamera.blogspot.com.  mungkin ini saja,.kurang lebihnya mohon di pahami,.... wasalam

Pengertian Kamera SLR & DSLR



Kalian tau camera ? tentunya kalian pasti tau soalnya udah ga awam lagi benda ini.
Tau bedanya camera Jenis SLR & DSLR ? Yang belum tau yuk cari tau!


Haloo sobat blogger, ketemu lagi sama saya fahri.
Kali ini saya akan membahas tentang kamera >< menurut kalian kamera itu fungsinya buat apa ? "NARSIS" < jawabannya bener, tapi ga selamanya buat narsis :p fungsi sama manfaatnya kamera itu banyak salah satunya buat dokumentasi setiap ada kegiatan / acara.

Oke langsung ke Topik kita, selamat membaca terutama temen2 di XMIP :)

1. Sejarah Kamera SLR dan DSLR


Kamera SLR pertama sudah muncul pada abad ke-18, jauh sebelum fotografi ditemukan. Kamera ini berbentuk kotak besar dengan sebuah lubang kecil di bagian depan dan sebuah focus screen di bagian atas. Ditutupi dengan sebuah kain hitam, sang “fotografer” kemudian melihat gambar hitam yang ditangkap oleh lensa berlubang. Lalu, gambar dituangkan ke dalam kerta dengan pensil. Dengan lensa tersebut, gambar akan tampak horizontal di depannya. Setelah penemuan fotografi pada tahun 1825, Thomas Sutton kemudian membuat kamera foto SLR pertama pada tahun 1861. Gambar yang ditangkap sudah berdiri tegak dan focus screen tidak perlu lagi diganti de­ngan pelat foto karena lensa dapat dibuka-lipat.

Kamera SLR pertamakali dikembangkan dan dikenalknan pada tahun 1936 oleh exakta yang memelopori munculnya kamera SLR 35 mm. Kamera tersebut untuk menggunakan film warna yang dibuat oleh Kodakchrome dengan sistem film multilayered. Perkembangan kamera SLR ternyata diikuti oleh negara swedia yang kemudian terkenal dengan kamera Hasselblad-nya. Pada tahun 1948, Hasselblad membuat kamera dengan format medium komersial pertama. Hingga saat ini, Hasselblad menjadi pencipta kamera bermutu sangat tinggi dan menjadi idaman fotografer professional. Perkembangan kamera tersebut ternyata diikuti pula oleh negara Jepang yang sangat terkenal ambisius dalam mengembangkan teknologinya sendiri, dengan berkaca pada pengalaman negara Barat. Pada tahun yang sama, Zentax memperkenalkan konsep diafragma otomatis pada kamera LSR.

Pada tahun 1949, untuk pertamakalinya dikenalkan sistem penta prisma atau prisma segilima yang diletakkan pada sisi atas kamera. Sistem itu dikenalkan oleh perusahaan kamera Contax di Jerman Timur pada tanggal 20 Mei 1949. sistem lensa dan prisma tersebut ternyata menjadi acuan bagi perkembangan kamera selanjutnya. Hingga saat ini.

2. Jenis - jenis Kamera SLR dan DSLR

SLR

Kamera refleks lensa tunggal‎ (bahasa Inggris: Single-lens reflex (SLR) camera) adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, 1 untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.

Kamera SLR menggunakan pentaprisma yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai jendela bidik. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai film.

Macam-macam lensa

>  Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.

>  Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.

>  Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.

>  Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.

>  Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa standar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.

>  Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.

DSLR



Digital Single Lens Reflex (Digital SLR atau DSLR) adalah kamera digital yang menggunakan sistem cermin otomatis dan pentaprisma atau pentamirror untuk meneruskan cahaya dari lensa menuju ke viewfinder.

Kamera DSLR memiliki keunggulan dalam hal ukuran sensornya yang jauh lebih besar dibanding kamera digital biasa. Hal ini kamera ukuran sensor dibuat menyamai ukuran film analog 35mm atau yang dikenal dengan sebutan full frame (36 x 24mm). Sensor yang besar artinya setiap pikselnya memiliki ukuran yang lebih besar, sehingga kemampuan dalam menangkap cahaya lebih baik. Maka itu kamera DSLR memiliki kemampuan ISO tinggi yang baik dimana pada ISO tinggi pun noisenya masih terjaga dengan baik. Namun dengan sensor yang berukuran besar, biaya produksi kamera DSLR menjadi tinggi khususnya DSLR full frame. Selain memakai sensor berukuran 35mm, kamera DSLR juga tersedia dengan sensor yang berukuran lebih kecil. 

Tujuannya adalah untuk menekan biaya produksi dan membuka kesempatan memproduksi lensa khusus yang bisa dibuat lebih kecil dan dengan biaya yang lebih murah.
Sensor yang lebih kecil dari sensor full frame biasa disebut dengan crop-sensor, karena gambar yang dihasilkan tidak lagi memiliki bidang gambar yang sama dengan fokal lensa yangdigunakan. Hal ini biasa disebut dengan crop factor, dinyatakan dengan focal length multiplier, suatu faktor pengali yang akan membuat fokal lensa yang digunakan akan terkoreksi sesuai ukuran sensor. Perkalian ini akan menaikkan fokal efektif dari fokal lensa yang dipakai sehingga hasil foto yang diambil dengan sensor crop ini akan mengalami perbesaran (magnification). Semakin kecil sensornya maka semakin tinggi crop factornya dan semakin besar perbesaran gambarnya.

Berikut adalah bermacam ukuran sensor kamera DSLR dan kaitannya dengan crop factor  :

Full frame 35mm (36 x 24mm)             : tanpa crop factor
APS-H (28.7  x 19mm)                       : crop factor 1,3x
APS-C (23.6 x 15.7mm)                     : crop factor 1,5x
APS-C (22.2 x14.8mm)                      : crop factor 1,6x
Four Thirds (17.3 x 13mm)                  : crop factor 2x

Lensa yang didesain untuk kamera DSLR full frame memiliki diameter image circle yang disesuaikan dengan ukuran sensor 35mm. Dengan semakin banyaknya DSLR dengan sensor yang lebih kecil daripada sensor full frame, maka kini semakin banyak dibuat lensa khusus dengan diameter image circle yang juga lebih kecil. Lensa ini dibedakan dengan penamaan khusus, misalnya memakai kode EF-S untuk Canon dan DX untuk Nikon. Lensa semacam ini berukuran lebih kecil dan tergolong lensa generasi modern yang sudah dilengkapi dengan CPU. Namun lensa dengan diameter kecil ini tidak bisa dipakai di DSLR full frame karena hasil fotonya akan mengalami vignetting (ada lingkaran di pojok foto akibat diameter lensa yang lebih kecil dari ukuran sensor).Jalur agak berbeda ditempuh oleh Olympus yang memakai sensor Four Thirds (4/3) di seluruh jajaran kamera DSLRnya, sehingga lensanya pun sudah didesain memiliki image circle yang sesuai dengan sensor Four Thirds.

Sebagai contoh, sebuah lensa fix 50mm akan memberikan panjang fokal efektif yang berbeda bila mengalami crop factor berikut :
1,3x     : 65mm
1,5x     : 75mm
1,6x     : 80mm
2x        : 100mm

3. Perbedaan Kamera SLR dan DSLR


 DSLR dan SLR adalah camera yang hanya berbeda pada sistem kerjanya.

·                 DSLR (Digital Single Lens Reflex) bekerja dengan sistem digital penuh sejak saat capture obyek foto oleh Image Sensor hingga penulisan pada memory card. Karena itu pada DSLR terdapat lebih banyak tombol dibanding SLR seperti pilihan ISO, White Balance, Preset Scenes, Resolusi dan lainnya, dan yang paling membedakan adalah tersedianya memory slot yang terkadang lebih dari 1.

·                  SLR dalam sistem kerjanya berbeda dengan DSLR, misalnya tidak tersedia pilihan ISO (karena secara otomatis ditentukan oleh casing film yang terbuat dari metal kemudian dicat pada bagian2 tertentu), dan tombol lainnya seperti yang ada pada DSLR.

·              SLR lebih sederhana, sistem electronicnya hanya berfungsi untuk pengaturan komposisi foto secara otomatik (aperture, speed) bagi profesional pengaturan auto ini justru sering di non aktifkan, selebihnya perintah untuk menggulung film maju atau mundur secara otomatis.

·                   Pada SLR media penyimpan data gambar disimpan pada film 35MM (analog) tidak diperlukan proses digitalisasi, kompresi data sehingga gambar bisa langsung dilihat hasilnya pada film tersebut. Bila ingin memproses foto lebih lanjut gulungan film inilah yang dibawa ke laboratorium cuci cetak foto.

·                   Sedangkan untuk melihat hasil foto pada DSLR kita harus memakai LCD atau monitor PC dan dibutuhkan software untuk bisa melihat hasil foto maupun editing, tetapi inilah keunggulan DSLR sehingga hasil foto langsung tersaji pada LCD yang tersedia pada tiap DSLR. Bila ingin memproses edit dan cetak foto maka tinggal menyerahkan memory card ke laboratorium cetak foto untuk di copy ke PC mereka bahkan kita bisa mem print sendiri di rumah. Jadi “sayonara” roll film bagi DSLR.

Sedangkan kesamaan DSLR dan SLR adalah mekanisasi pengambilan obyek foto yang menggunakan satu lensa (single lens) yang sama untuk fungsi membidik (via viewfinder) dan menyampaikan hasil bidikan kepada Image Sensor (DSLR) atau pada Film (SLR). Progres tersebut dikerjakan secara reflexy (memakai kaca pantul yang terdapat didalam camera).

4. Pengertian Fotografi



Pengertian Fotografi, Fotografi (Photography, Ingrris) berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan / lukisan. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis / menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.

Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebutlensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure).

Nah sekarang udah pada tau kan sejarahnya, pengertiannya dan perbedaannya ? Setelah dibaca langsung masuk ke otak ya dan do CTRL + S, jadi pas guru ada yang nanya bedanya Kamera SLR sama Kamera DSLR apa bisa jawab deh, hehehe :D.

Oke mudah2an bisa nambah ilmu buat kalian yang membaca, terima kasih udah berkunjung kembali di blog saya dan setia menunggu saya posting :p